
๐ฉ Red Flag Versi Islam: Ketika Sesuatu yang Salah Mulai Terasa Biasa
Pernahkah kita menyadari bahwa sesuatu yang awalnya membuat hati tidak nyaman, lama-kelamaan justru terasa biasa?
Awalnya kita merasa risih ketika melihatnya.
Kemudian kita sering melihatnya.
Sedikit demi sedikit, rasa tidak nyaman itu berkurang.
Hingga pada akhirnya, sesuatu yang dahulu kita anggap salah tidak lagi terasa salah.
Inilah salah satu hal yang perlu kita waspadai dalam menjaga hati.
Allah Subhanahu wa Taโala berfirman:
ูููููุง ุจููู ุฑูุงูู ุนูููููฐ ูููููุจูููู ู ููุง ููุงูููุง ููููุณูุจูููู
โSekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.โ
(QS. Al-Mutaffifin: 14)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa perbuatan yang terus-menerus dilakukan dapat memberikan pengaruh pada hati.
Apa yang kita lihat berulang kali, apa yang kita dengar setiap hari, lingkungan yang kita masuki, bahkan kebiasaan yang awalnya dianggap sepele, dapat perlahan membentuk cara pandang kita terhadap sesuatu.
Yang sering dilihat bisa terasa normal.
Yang sering didengar bisa terasa wajar.
Yang sering dilakukan bisa terasa biasa.
Padahal, sesuatu tidak menjadi benar hanya karena banyak orang melakukannya.
Lalu, bagaimana dengan anak-anak kita?
Di sinilah peran orang tua dan lingkungan pendidikan menjadi sangat penting.
Menjaga anak bukan hanya tentang mengajarkan, โIni benar dan itu salah.โ
Lebih dari itu, kita perlu membantu mereka membangun kepekaan hati, agar mereka mampu mengenali kebaikan, merasa tidak nyaman terhadap kemungkaran, dan memiliki keberanian untuk memilih yang benar meskipun tidak selalu menjadi pilihan yang populer.
Sebab anak-anak hari ini tumbuh di tengah derasnya arus informasi.
Apa yang mereka lihat di layar, konten yang mereka konsumsi, bahasa yang mereka dengar, figur yang mereka ikuti, hingga lingkungan pergaulan mereka, semuanya dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya dengan transfer ilmu.
Anak membutuhkan lingkungan yang membantu menjaga hati, membentuk adab, dan menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qurโan.
Di LPI Ar-Rayyan Surabaya, pendidikan diarahkan tidak hanya untuk membangun kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki landasan iman dan adab.
Kami percaya bahwa anak-anak perlu dipersiapkan bukan hanya agar mampu menghadapi dunia, tetapi juga agar memiliki kompas nilai ketika berhadapan dengan berbagai pilihan di dalamnya.
Mereka belajar untuk mengenal ilmu.
Mereka dibimbing untuk mencintai Al-Qurโan.
Mereka dibiasakan untuk menjaga adab.
Dan mereka dipersiapkan untuk menjadi generasi yang mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan yang terus berubah.
Sebab pada akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya ketika anak belum mengetahui mana yang benar.
Tantangan yang lebih besar adalah ketika yang salah sudah begitu sering dilihat hingga tidak lagi terasa salah.
Maka mari bersama-sama menjaga apa yang masuk ke dalam hati anak-anak kita.
Bukan dengan menjauhkan mereka dari dunia, tetapi dengan membekali mereka dengan iman, ilmu, adab, dan kemampuan untuk memilih.
Semoga Allah Subhanahu wa Taโala menjaga hati kita dan anak-anak kita, menjauhkan mereka dari keburukan yang tampak maupun tersembunyi, serta meneguhkan mereka di atas kebenaran.
Karena generasi yang hebat bukan hanya generasi yang cerdas pikirannya, tetapi juga yang terjaga hatinya dan mulia adabnya.
LPI Ar-Rayyan Surabaya
Beradab โข Qurani โข Mendunia



